Selasa, 17 Juli 2012

INSTALLASI DEPDIKNUX ROUTER



Handout Koneksi Jaringan    Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text – DEPDIKNUX ROUTER
Nama : ...........................................
Kelas  : ...........................................
Instalasi Sistem Operasi DEPDIKnux
1.1
Persiapan Instalasi
DEPDIKnux merupakan  sistem operasi berbasiskan  Linux  Debian,  yang  didesain k husus  untuk  memenuhi
kebutuhan Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) ICT Center.
Distribus i  yang  juga  merupakan  turunan  langsung  dari  Knoppix  4.02  ini,  memiliki  aplikasi-aplikasi  yang
diperlukan untuk menunjang kegiatan seluruh ICT di Indonesia.
Aplikasi-aplikasi tersebut adalah:
Web Server
Proxy Server
Bandwidth Limiter
Bandwidth Monitoring
Dikarenakan  sifatnya  yang  open  sourc e  maka kita dapat  melakukan  penambahan aplikasi sesuai  dengan
kebutuhan khusus masing-masing ICT.
Catatan:
Linux  merupakan  sistem  operasi
open  source
yang  memiliki  lisensi  GPL  (General  Public  License).  Sifat
open
source
pada  sebuah  sistem  operasi  maupun  perangkat  lunak  berarti  siapapun  diperbolehkan  untuk  menyalin,
mengembangkan dan mendistribusikan suatu perangkat lunak dengan menyertakan kode sumbernya.
1.1.1  Spesifikasi alat dan bahan
Spesifikasi  minimal  yang  dibutuhkan  untuk  menginstall  dan  mengoperasikan  s istem  operasi  DEPDIKnux
adalah:
1.  Processor  Intel Pentium 2
2.  Memori  128 Mb
3.  Hard Disk   20 Gb (untuk keperluan server ICT)
4.  Drive CDROM
5.  LAN  card  (kartu  jaringan)  yang  disesuaikan  jumlahnya  dengan  konfigurasi  LAN  dan WAN  yang akan
dibangun
6.  CD DEPDIKnux
1.1.2  Pengaturan BIOS
Sebelum  memasuki  langkah-langkah  instalas i  DEPDIKnux,  kita  harus  mengatur  konfigurasi  pada  BIOS
agar CPU melakuk an proses booting (proses menyalakan k omputer) dari Drive CDROM.
Setiap jenis BIOS memiliki menu dan langkah sendiri dalam mengatur urutan boot.
1.2
Langkah Instalasi
Bila semua  langk ah-langkah di atas telah berhasil Kita jalankan, maka selanjutnya adalah langkah-langk ah
instalasi sistem operasi DEPDIKnux:
1.  Masukkan CD instalasi DEPDIKnux pada drive CDROM.
2.  Boot dengan menggunakan CD tersebut.
3.  Tekan tombol ENTER pada keyboard bila pada layar muncul tampilan
boot:
4.  Tunggu sampai layar utama instalasi muncul
5.  Pada  layar  akan  muncul  tampilan  keterangan  dan  instalas i  DEPDIKnux.  Setelah  itu,  tekan  tombol
ENTER.
Gambar 1.2.1.   Tampilan Keterangan Instalasi DEPDIKnux
1


Handout Koneksi Jaringan    Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text – DEPDIKNUX ROUTER
6.  Sesaat  kemudian  akan  muncul  menu  utama  instalasi  pada  layar.    Gunakan  tombol  panah  atas  dan
panah bawah pada keyboard untuk memilih menu. Tekan tombol
ENTER
pada menu yang diinginkan.
Gambar 1.2.2.  Menu Utama Instalasi depdiknux
7.  Pilih menu
Partisi
untuk melakukan partisi pada harddisk.
Gambar 1.2.3.  Mempartisi Hard disk
Catatan:
Hard  disk  memiliki  2  struktur,  yaitu  struktur  fisik  dan  logis
(physical and logical structure).
Struktur  fisik  pada  hard  disk  terdiri  dari  sector,  cylinder  dan
track , sedangkan struktur logis terdiri dari partisi.
2


Handout Koneksi Jaringan    Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text – DEPDIKNUX ROUTER
Linux  mengenali  struktur  logis  hard  disk  dengan  penamaan  yang  disesuaikan  terhadap
posisi, jenis dan cara pemasangan hard disk .
Jenis
Posisi Kabel /
Posisi
Penamaan
Device
Controller
Jumper
IDE  Primary   Master  hda
Slave  hdb
SEcondary  Master  hdc
Slave  hdd
SCSI  1    sda
2  sdb
.
x  sdx
Mempartisi
adalah  sebuah  proses  membagi  hard  disk  menjadi  beberapa  bagian  agar
siap digunakan.  Mesk ipun  seluruh kapasitas  hard disk  hendak  digunakan dalam 1 partisi
saja,  tapi  proses  mempartisi tetap harus  dilakukan  agar  sistem  operasi  dapat  mengenali
partisi tersebut.
Partisi atas 3 jenis, yaitu:
1.  Primary
2.  Extended
3.  Logical
Sebuah hard  disk  hanya dapat  memiliki mak simum  4  partisi  utama yang  disebut dengan
primary  partition.  Namun  dalam  perkembangannya,  k ebutuhan  terhadap  jumlah  partisi
terkadang  lebih  dari  4,  sehingga  salah  satu  partisi  utama,  dapat  dijadikan  partisi
tambahan  (extended  partition).  Di  dalam  partisi  tambahan,  kita  dapat  memasang
beberapa partisi logis (logical partition). Sehingga dalam 1 hard disk dapat terdiri dari:
a.  4 primary partition saja, atau;
b.  3 primary partition dan 1 extended partition, atau;
c.  2 primary partition dan 1 extended partition, atau;
d.  1 primary partition dan 1 extended partition, atau;
e.  hanya 1 primary partition saja.
Primary  Extended  Logical
Linux  mengenali  partisi  ini  dengan  menggunakan  kode  angka  di  belakang  k ode
penamaan hard disk. Primary partition dengan angka 1
4, Logical 5, 6 dan seterusnya.
Mengapa  extended  tidak memiliki kode  angka  ?  Karena  di  dalam extended  ada logical
partition,  dan  yang  digunakan  adalah  logical  partitionnya,  buk an  extended  partition
tersebut.
Contoh:
hda3  = primary partition ke 3  yang  berada pada hard  disk  yang terpasang pada  primary
master IDE
hdd7 = logical partition ke 3 yang berada pada hard disk yang terpasang pada
secondary slave IDE
8.  Beri tanda silang [ x ] dengan menekan tombol
SPASI
pada harddisk yang akan diinstall DEPDIKnux.
Gambar 1.2.4.  Memilih hard disk yang akan  dipartisi
3


Handout Koneksi Jaringan    Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text – DEPDIKNUX ROUTER
9.  Pilih
<Next>
, lalu tekan
ENTER
atau
ALT
N
untuk melanjutkan.
10.  Selanjutnya akan muncul menu
cfdisk
pada layar.
Gambar 1.2.5.  Tampilan cfdisk
Bagian Perintah
Bagian Partisi
11.  Apabila hard disk yang digunak an belum memiliki partisi, k ita dapat langsung menuju k e  langk ah 17.
12.  Namun,  bila  mas ih  terdapat  partisi  pada  hard  disk   maka  hapus  partisi  tersebut  dengan  mengik uti
langkah berikutnya.
13.  Pilih  partisi  hingga  tampilan  yang  muncul  mirip  dengan  tampilan  berikut,  yang  berarti  seluruh  partisi
pada hard disk telah terhapus.
Gambar 1.2.6. Tampilan Partisi telah   Terhapus
Menu
cfdisk
ini  terdiri  atas  2  bagian  utama,  yaitu  bagian  partisi  hard  disk  dan  bagian
command (perintah).
Bagian partisi terdiri  dari sebuah tabel dengan beberapa field yang terdiri dari:
Name = Berisi nama partisi yang ada pada hard disk. Contoh : hda1 (Berarti partisi pertama
pada hard disk yang terpasang pada primary master)
Flag = Berisi identitas partisi
Part Type  = Berisi informasi tentang jenis partisi (lihat catatan)
FS Type = Berisi tipe file system yang digunakan
Label = Berisi label identitas partisi
Size (MB) = Berisi informasi mengenai ukuran partisi dalam satuan Mega Byte (MB)
Bagian command terdiri dari :
Bootabl e  =  Berfungsi  untuk  mengatur  sebuah  partisi  agar  dapat  menyimpan file-file  yang
dibutuhkan untuk menjal ankan sistem operasi
Delete = Berfungsi untuk menghapus partisi
Help = Berfungsi untuk menampilkan menu bantuan pengoperasian cfdisk
Print = Berfungi untuk mencetak informasi partisi
Quit = Berfungsi untuk keluar dari program cfdisk
Type = Berfungsi untuk mengatur tipe partisi
Units = Berfungsi untuk mengatur ukuran partisi menjadi blok
Write = Berfungsi untuk menulis pengaturan partisi pada hard disk
14.  Buat partisi baru dengan memilih menu
[New]
pada bagian command, kemudian pilih
Primary
.
Gambar 1.2.7. Membuat Partisi Baru
4


Handout Koneksi Jaringan    Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text – DEPDIKNUX ROUTER
Gambar 1.2.8. Membuat Partisi
Primary
15.  Partisi pertama yang akan kita buat adalah partisi swap (Swap Partition).
Catatan:
Untuk  menginstal  DEPDIKnux,  kita  membutuhkan  minimal  2  partisi,  yaitu  partisi
swap dan partisi root ( / ).
Partisi  Swap  adalah  partisi  yang  disiapkan  untuk  membantu  memori  fisik  (RAM)
dalam menyimpan informasi apabila memori tersebut sudah tidak mencukupi lagi.
Sedangkan  partisi  root  atau  partisi  utama  adalah  partisi  tempat  menyimpan
sistem utama dan direktori linux
Struktur direktori linux adalah:
16.  Masukkan  ukuran  partisi  swap  yang  diinginkan  (rumus  yang  digunakan  adalah  2  x  kapasitas  memori
komputer,  misal  memori  kita adalah  256  Mb,  maka  besar  partisi s wap  adalah 2  x  256  Mb  = 512  Mb)
dalam satuan Mb.
Gambar 1.2.9. Menentukan Ukuran Partisi
5


Handout Koneksi Jaringan    Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text – DEPDIKNUX ROUTER
Gambar 1.2.10. Menambahkan Partisi
17.  Setelah  partisi  linux  pertama  kita  telah  atur,  maka  pilih  menu
[Type]
pada  bagian  command  untuk
mengatur tipe partisi.
Gambar 1.2.11. Memilih tipe partisi
18.  Mak a akan  tampil  menu pilihan berbagai  jenis  files ystem.  Untuk partisi ini, kita ketik  angka
82
(Linux
Swap / Solaris) pada isian :
Enter Filesystem type:
Gambar 1.2.12. Memilih Jenis Partisi
19.  Setelah itu, maka
cfdisk
akan kembali ke  menu awal yang  telah  menampilkan 1 partisi yang telah kita
buat.
Gambar 1.2.13. Tampilan Setelah Partisi
swap Selesai Dibuat
6